Indonesia Berta'awun

Merupakan program tolong menolong
sebagai penyangga bagi dhuafa / mustahik,
apabila mengalami musibah

Perintis Indonesia Berta’awun

Prof. DR. KH. Didin Hafidhuddin,MSc.

Mengapa Kita Harus Berta'awun ?

Jumlah orang miskin atau kaum dhuafa di negara kita tercinta ini masih begitu banyak. Uluran tangan dan bantuan dari kita yang diberikan kemampuan dan rizqi yang cukup dari Allah SWT sangat diperlukan oleh saudara-saudara kita yang hidup berkekurangan.

Perintah Allah SWT untuk membahagiakan kaum dhuafa dan anak yatim yakni QS Al Baqarah Ayat 177 : “Bukanlah menghadapkan wajahmu ke timur dan barat adalah kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu adalah beriman kepada Allah, Hari Akhir, Malaikat-malaikat, Kitab-kitab, Rasul-rasul, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin (dhuafa) “

Sunnah Rasulullah membahagiakan kaum dhuafa dan anak yatim yakni HR Bukhari No. 2982 dan 5353 : “Seseorang yang berusaha memberikan sesuatu yang bermanfaat  kepada orang-orang miskin (dhuafa), maka dia seperti seorang yang berjihad di jalan Allah atau seperti seseorang yang rajin melakukan sholat malam dan berpuasa di siang hari “

Latar Belakang

Jumlah Penduduk

Miskin

Jumlah penduduk miskin Indonesia Tahun 2017 masih sangat besar, yakni sebesar 27,76 Juta Jiwa (sumber data BPS 2017).  Sebarannya adalah Sumatera 6,2 Juta Jiwa, Jawa+Bali+ Nusa Tenggara 16,9 Juta Jiwa, Sulawesi 2,1 Juta Jiwa, Kalimantan 1 Juta Jiwa, dan Papua+Maluku 1,5 Juta Jiwa.

Permasalahan

Kaum Dhuafa

Problematika kaum dhuafa Indonesia saat ini adalah rendahnya pendapatan dengan income per kapita rata-rata Rp 361.990.- per bulan; tidak memiliki asset, terpinggirkan, rentan resiko kesehatan, rentan resiko keuangan, berpotensi terus terjerembab kemiskinan apabila mengalami musibah, dll.

Mengapa Harus Kita Bantu ?

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (Surat Al-Baqarah Ayat 177 )

“Orang yang berusaha menghidupi para janda dan orang-orang miskin laksana orang yang berjuang di jalan Allah. Dia juga laksana orang yang berpuasa di siang hari dan menegakkan shalat di malam hari.”(HR. Bukhari no. 5353 dan Muslim no. 2982)

Program Bantuan Yang Sudah Dilakukan

Program yang sudah dilakukan oleh Lembaga social untuk membantu para dhuafa biasanya dengan memberikan bantuan secara langsung yang bersifat konsumtif seperti pemberian SEMBAKO, UANG TUNAI, DLL maupun untuk biaya Pendidikan. Dan hal tersebut diatas belum bisa menyelesaikan permasalahan keuangan yang dihadapi kaum dhuafa terutama pada saat terjadi Musibah(meninggal dunia, kecelakaan, cacat tetap, sakit dll), Biaya Pendidikan, dan kebutuhan hidup Hari Tua yang memerlukan dana tidak sedikit.

Untuk itu kami menawarkan solusi sebagai pelengkap terhadap masalah diatas dengan program Indonesia Berta’awun